Pilarkita.id, Kendari – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka (ASR), secara tiba-tiba melakukan perombakan besar-besaran di jajaran pemerintah Provinsi Sultra. Bagaimana tidak, ratusan pejabat eselon III dan IV hingga pejabat fungsional dirotasi secara bersamaan.
Setidaknya, Gubernur Andi Sumangerukka melantik 271 pejabat administrator, pengawas dan fungsional secara tiba-tiba di Aula Bahteramas, Kantor Gubernur Sultra, Senin (6/10/2025).
Dari 271 pejabat yang dilantik terdiri 252 pejabat administrator dan pengawas serta 18 pejabat fungsional. Menariknya, ada salah satu pejabat eselon III yang juga ikut dilantik dari Kejaksaan Agung.
Pelantikan secara dilakukan tanpa publikasi sebelumnya. Langkah ini disebut sebagai bagian dari penataan besar-besaran struktur birokrasi Pemprov Sultra.
ASR menegaskan pelantikan tersebut dilakukan secara rahasia untuk menjamin objektivitas dan menghindari intervensi pihak luar.
“Mengapa kegiatan ini (pelantikan, red) harus bersifat rahasia. Karena, supaya jangan ada yang mengintervensi kegiatan ini. Kalau sudah keluar pertek (peraturan teknis), saya pun tidak bisa mengubah ataupun mengintervensi yang sudah ada. Ini demi menjamin objektivitas dan menghindari permainan jabatan,” tegas ASR.
Menurut Gubernur, rotasi dan promosi jabatan ini merupakan bagian dari penyegaran birokrasi untuk memperkuat kinerja pemerintahan daerah.
Ia menegaskan seluruh pejabat yang dilantik telah melalui uji kompetensi sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Pejabat-pejabat yang saya lantik ini sudah melalui ujian kompetensi. Mereka ditempatkan berdasarkan kemampuan dan hasil evaluasi, bukan karena titipan,” ujar Andi Sumangerukka usai pelantikan.
Purnawirawan jenderal TNI itu juga menegaskan, keputusan mutasi dan promosi tersebut murni atas dasar kebutuhan organisasi. Selain itu, dirinya memastikan tidak ada intervensi atau kepentingan politik dalam proses tersebut.








