Pilarkita.id, Kendari – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka menyerahkan Tunjangan Profesi Guru (TPG) THR dan Gaji ke-13 kepada ASN guru SMA/SMK/SLB negeri dan swasta se-Kota Kendari untuk tahun anggaran 2025. Kegiatan ini berlangsung di Aula Bahteramas, Kompleks Kantor Gubernur Sultra.
Sebanyak 1.076 guru dari Kota Kendari menerima TPG THR dan Gaji ke-13 mewakili guru SMA sederajat se Sultra. Kegiatan ini awalnya direncanakan dihadiri oleh seluruh guru SMA/SMK se-Sulawesi Tenggara. Namun, pada waktu yang bersamaan,
Gubernur Andi Sumangerukka dalam arahannya menyampaikan kegiatan tersebut dapat terlaksana berkat keberanian sejumlah guru yang datang menghadap dirinya untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi. Bahkan, para guru itu rela menunggu hingga gubernur menyelesaikan aktivitas kerjanya sekitar pukul 17.30 demi menyampaikan aspirasi mereka secara langsung
“Acara ini didasari karena ada rekan-rekan guru yang menghadap dan bertanya pada saya seputar gaji 13 dan tunjangan guru, ternyata ada hal-hal yang tidak saya ketahui tentang gaji 13 dan tunjangan guru itu,” ujar Gubernur
Gubernur menegaskan pentingnya peran guru dalam membentuk karakter generasi muda. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia tidak dapat dipisahkan dari perhatian terhadap kesejahteraan para pendidik.
“Kalau kita ingin menciptakan SDM yang kuat, kesejahteraan guru harus diperhatikan,” tegasnya
Di kesempatan yang sama, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara memberikan Anugerah ASR (Amazing Star Recognition) kepada guru berdedikasi, yakni Nurfadillah, S.P. dari SMKN 5 Kolaka Utara dan Syamsiah, S.Pd. dari SMKN 4 Bombana.
Tidak hanya itu, bantuan seragam sekolah dari Yayasan Andi Sumangerukka juga diserahkan bagi siswa SMA LB di Kota Kendari, menegaskan perhatian gubernur mendukung kebutuhan siswa di sekolah.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sultra, Prof. Dr. Aris Badara, S.Pd., M.Hum., menyampaikan apresiasi kepada gubernur atas perhatian dan komitmennya terhadap sektor pendidikan.
“Berkat langkah-langkah yang diambil oleh bapak gubernur, TPG, THR, dan gaji ke-13 untuk tahun anggaran 2025 akhirnya dapat dicairkan,” ujarnya.
Pertemuan hari ini menjadi lebih dari sekadar penyerahan tunjangan. Ia menandai hadirnya ruang dialog antara pemerintah dan para guru. Pengingat bahwa di balik setiap ruang kelas di Sulawesi Tenggara, para pendidik terus bekerja membangun masa depan, dan hari ini, suara mereka benar-benar didengar.
Visited 4 times, 1 visit(s) today