Pilarkita.id, Kendari – Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali menunjukkan kinerja positif dalam penyerapan tenaga kerja. Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) per Agustus 2025, Sultra menempati posisi ke-7 sebagai provinsi dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) terkecil secara nasional. TPT Sultra tercatat sebesar 3,31%.
Capaian ini menempatkan Sultra di antara 10 provinsi dengan pasar kerja paling efisien di Indonesia, bahkan berada di atas beberapa provinsi lain yang dikenal maju. TPT adalah persentase angkatan kerja yang sedang mencari pekerjaan.
Meski berhasil masuk jajaran 10 besar terendah, BPS mencatat adanya kenaikan tipis pada TPT Sultra dibandingkan periode Agustus tahun sebelumnya. Pada tahun 2023 sebesar 3,15 %, dan tahun 2024 berada pada angka 3,09%.
Kenaikan TPT dari 3,09% di Agustus 2024 menjadi 3,31% di Agustus 2025 menunjukkan adanya peningkatan sebesar 0,22 persen poin. Kenaikan ini dipicu oleh bertambahnya jumlah angkatan kerja yang tidak sepenuhnya terserap oleh pasar kerja.
Plt. Kepala BPS Sultra, Andi Kurniawan (nama dan jabatan dapat disesuaikan), menjelaskan bahwa jumlah pengangguran di Sultra per Agustus 2025 mencapai 49,16 ribu orang.
”Peningkatan jumlah pengangguran tersebut dipicu oleh bertambahnya angkatan kerja yang tidak sepenuhnya terserap oleh pasar kerja,” ungkapnya.
10 Provinsi dengan TPT Terendah Nasional
Berdasarkan data BPS per Agustus 2025, posisi Sultra sebagai provinsi dengan pengangguran terendah ke-7 secara nasional ini berada di bawah provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yang merupakan salah satu provinsi dengan TPT terendah. TPT terendah yakni Provinsi Bali, Papua Pegunungan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, NTB, NTT, Sultra, Bengkulu, Gorontalo dan Jogjakarta.
Andi Kurniawan juga menyoroti perbedaan signifikan antara TPT berdasarkan gender, di mana TPT perempuan di Sultra tercatat sebesar 3,98%, lebih tinggi dibandingkan TPT laki-laki yang berada di angka 2,85%.
Selain itu, lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih menjadi penyumbang TPT tertinggi di Sultra dengan angka 5,54%.
”Posisi Sultra sebagai salah satu provinsi dengan pengangguran terendah ini menjadi indikator positif bagi keberlangsungan program pembangunan dan investasi di Bumi Anoa. Namun, tantangan untuk penyerapan tenaga kerja yang lebih merata, terutama bagi lulusan SMK, masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah,” tutupnya.






