Pilarkita.id, Kendari – Gubernur Jawa Timur periode 2019-2024, Khofifah Indar Parawansa melakukan pertemuan hangat dengan masyarakat Jawa Timur yang bermukim di Sulawesi Tenggara.
Pertemuan yang berlangsung di Pondok Pesantren Minhajut Thullab, Ranomeeto, pada Selasa (19/11) ini membahas penguatan pasar antar daerah demi mendukung program swasembada pangan nasional.
Ketua Paguyuban Jawa Timur Sulawesi Tenggara, Harry Purwanto mengungkapkan bahwa kunjungan ini membawa misi strategis dalam mempererat hubungan dagang antara Jatim dan Sultra.
“Dalam kesempatan itu, Mak Fifa menawarkan beberapa kerja sama strategis, khususnya di bidang pangan. Beliau memaparkan bahwa Jawa Timur saat ini baru mampu menyediakan sekitar 30 persen kebutuhan Ikan Patin. Ini peluang bagi Sultra. Begitu juga dengan komoditas pertanian seperti kopi,” ujar Ketua Paguyuban Jatim Sultra.
Sebaliknya, Khofifah memaparkan bahwa Jawa Timur memiliki surplus pada produksi sapi pedaging dan susu yang dapat disuplai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Sulawesi Tenggara.
Sinergi ini diharapkan menciptakan supply chain yang saling melengkapi dan menguntungkan kedua daerah.
Selain sektor ekonomi, pertemuan tersebut juga menyoroti bidang pendidikan. Khofifah memperkenalkan keunggulan Jawa Timur yang memiliki 6 Sekolah Taruna.
“Sekolah-sekolah Taruna di Jatim ini 80 persen pembiayaannya ditanggung oleh APBD dan telah bekerja sama dengan berbagai instansi bergengsi seperti AAL, IPDN, hingga Akpol,” tambahnya.
Sebelum bertolak kembali ke Surabaya, Khofifah mengapresiasi peran warga Jatim di Sultra yang mayoritas merupakan pelaku UMKM
Ia mendorong agar diaspora Jatim dapat berperan aktif menjadi “jembatan” informasi antara Pemerintah Daerah Jatim dan Sultra.
“Tujuannya adalah sinergi penguatan pasar yang saling menutupi kekurangan masing-masing daerah, demi terwujudnya Swasembada Pangan sebagaimana yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto,” tutup Ketua Paguyuban.






