Pilarkita.id, Jakarta – Pelemahan Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat terus terjadi. Saat ini, per 1 Dolar US nya saja tembus hingga Rp 16.430.
Melemahnya rupiah juga bakal berimbas ke harga barang-barang impor, dan memicu anggaran di beberapa proyek tersendat termasuk untuk pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Dampak pelemahan Dolar ini adalah lebih mahalnya barang-barang yang diimpor termasuk untuk kebutuhan impor BBM yang dilakukan oleh pemerintah,” ujar Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda, Jumat (21/6).
“Dampaknya adalah beban subsidi yang meningkat. Dengan tambahan beban tersebut pasti akan mengurangi anggaran program lainnya termasuk IKN,” sambungnya.
Dia menjelaskan, kenaikan harga barang-barang impor akibat pelemahan nilai tukar Rupiah, mengharuskan pemerintah membuat langkah taktis dengan mengalihkan anggaran lain untuk menutupi beban subsidi yang meningkat.
“Yang pasti ada realokasi anggaran dari sektor lainnya. Makanya dana pagu indikatif PUPR (Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) menurun di tahun 2025,” tuturnya menambahkan.